7 Trik Desain Interior Jepang untuk Rumah Tipe 36 agar Terasa Lebih Luas dan Lega
Edy Santoso

Rumah tipe 36 adalah salah satu tipe hunian paling populer di Indonesia — terjangkau, mudah dirawat, dan cocok untuk keluarga muda. Namun satu tantangan yang hampir selalu muncul: bagaimana membuat 36 meter persegi terasa cukup untuk seluruh aktivitas keluarga?
Jawabannya bukan dengan memperluas bangunan. Jawabannya ada pada cara Anda mendesain ruangan yang sudah ada.
Di Jepang, rumah dengan luas 20–40 meter persegi adalah hal yang sangat umum — terutama di Tokyo dan Osaka. Namun siapapun yang pernah mengunjungi atau melihat foto interior rumah Jepang pasti setuju: ruangan kecil itu hampir tidak pernah terasa sempit. Ada trik di baliknya, dan semuanya bisa Anda terapkan sendiri.
Trik 1: Hilangkan Sekat yang Tidak Perlu — Konsep Open Plan
Salah satu penyebab utama rumah tipe 36 terasa sesak adalah terlalu banyak sekat dinding. Ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang masing-masing dibatasi tembok justru memperkecil persepsi visual terhadap luas ruangan.
Desain Jepang modern menganut konsep open plan — menggabungkan tiga area tersebut menjadi satu ruang terbuka yang mengalir. Hasilnya: mata bisa melihat jauh ke dalam ruangan, menciptakan ilusi luas yang nyata.
Cara penerapan:
Jika memungkinkan, robohkan dinding non-struktural antara ruang tamu dan dapur
Gunakan room divider berupa rak terbuka atau meja bar sebagai pemisah fungsional tanpa memotong pandangan
Gunakan warna yang sama atau serupa di seluruh area untuk menciptakan kontinuitas visual
Estimasi biaya: Pembongkaran dinding non-struktural oleh tukang mulai Rp 500.000–Rp 1,5 juta per meter persegi termasuk finishing.
Trik 2: Cermin Strategis — Bukan Sekadar Aksesori
Cermin adalah salah satu "alat sulap" paling efektif dalam desain interior untuk ruangan sempit, dan desain Jepang menggunakannya dengan sangat terukur — bukan asal pasang, tetapi ditempatkan di posisi yang memantulkan cahaya alami atau memperdalam perspektif ruangan.
Cara penerapan:
Pasang cermin besar (minimal 60x120 cm) di dinding yang berhadapan langsung dengan jendela
Gunakan mirrored cabinet di kamar mandi untuk menggandakan kesan luas sekaligus fungsi penyimpanan
Hindari memasang cermin yang memantulkan area berantakan atau sudut yang tidak menarik
Estimasi biaya: Cermin dinding frameless ukuran 60x120 cm mulai dari Rp 300.000–Rp 700.000.
Trik 3: Maksimalkan Cahaya Alami — Jendela adalah Aset
Rumah Jepang tradisional dirancang untuk membiarkan cahaya alami masuk semaksimal mungkin. Ini bukan sekadar soal estetika — cahaya alami secara ilmiah terbukti membuat ruangan terasa lebih besar dan penghuni merasa lebih sehat.
Cara penerapan:
Ganti gorden tebal dengan bamboo blind atau sheer curtain tipis yang tetap memberi privasi namun meneruskan cahaya
Pastikan area sekitar jendela bebas dari furnitur atau tanaman tinggi yang menghalangi masuknya cahaya
Cat reveal jendela (bagian dalam kusen) dengan warna putih untuk memantulkan cahaya lebih jauh ke dalam ruangan
Pertimbangkan memasang skylight jika rumah hanya satu lantai — investasi sekali untuk manfaat bertahun-tahun
Estimasi biaya: Sheer curtain per panel mulai Rp 100.000. Skylight sederhana mulai Rp 2,5 juta termasuk pemasangan.
Trik 4: Rak Vertikal — Manfaatkan Ketinggian Dinding
Kebanyakan orang memikirkan ruang secara horizontal. Desain Jepang berpikir secara vertikal. Dinding dari lantai hingga langit-langit adalah real estate yang sangat berharga — dan hampir selalu dibiarkan sia-sia.
Cara penerapan:
Pasang rak floating dari ketinggian 30 cm dari lantai hingga 20 cm dari langit-langit
Gunakan bagian bawah rak untuk barang yang sering diakses, bagian atas untuk penyimpanan musiman
Pilih rak dengan warna yang sama dengan dinding agar menyatu secara visual dan tidak membebani mata
Untuk buku atau koleksi, tata dengan rapi menggunakan kotak penyimpanan seragam agar terlihat tertata
Estimasi biaya: Rak floating kayu per unit mulai Rp 200.000–Rp 500.000. Instalasi sendiri bisa dilakukan dengan wall anchor yang tersedia di toko bangunan.
Trik 5: Karpet sebagai Zona — Pembagi Ruang Tanpa Dinding
Ini adalah trik paling murah dan paling cepat untuk menciptakan kesan ruang yang terstruktur di dalam open plan. Di rumah Jepang, karpet atau tatami digunakan untuk mendefinisikan "zona" secara visual — area makan, area duduk, area kerja — tanpa membutuhkan sekat fisik.
Cara penerapan:
Letakkan karpet berukuran cukup besar (minimal 160x230 cm) di bawah area sofa dan meja kopi untuk mendefinisikan zona ruang tamu
Pilih karpet dengan warna netral atau tekstur natural (wol, jute, atau katun)
Pastikan karpet cukup besar sehingga kaki depan sofa dan kursi berada di atasnya — ini yang membuat zona terasa "terikat" secara visual
Estimasi biaya: Karpet jute atau katun ukuran 160x230 cm mulai Rp 400.000–Rp 1,2 juta.
Trik 6: Sliding Door — Hemat Ruang Swing, Maksimalkan Aksesibilitas
Pintu konvensional yang membuka ke dalam atau ke luar membutuhkan ruang swing sekitar 0,7–0,9 meter persegi — ruang yang di rumah tipe 36 sangat berharga. Desain Jepang mengganti hampir semua pintu dengan pintu geser (sliding door), termasuk pintu kamar, lemari, hingga kamar mandi.
Cara penerapan:
Ganti pintu kamar tidur atau kamar mandi dengan sliding door rel atas
Gunakan barn door (pintu geser gaya lumbung) sebagai alternatif estetis yang mudah dipasang tanpa renovasi besar
Untuk lemari, pastikan menggunakan pintu geser — bukan pintu engsel yang memakan ruang
Estimasi biaya: Barn door set lengkap (pintu + rel + hardware) mulai Rp 1,2 juta – Rp 3,5 juta tergantung material.
Trik 7: Tanaman dalam Pot Minimalis — Sentuhan Hidup yang Tidak Memakan Ruang
Desain Jepang tidak lepas dari elemen alam — namun tanaman yang dipilih selalu proporsional dengan ukuran ruangan. Tidak ada pot besar di sudut ruangan yang justru mempersempit gerak. Sebaliknya, tanaman kecil yang diletakkan dengan sangat terukur memberikan kesan segar dan hidup tanpa mengorbankan ruang.
Cara penerapan:
Pilih tanaman kompak: succulent, kaktus kecil, tanaman ZZ, atau peace lily dalam pot keramik sederhana
Letakkan di windowsill, di atas rak, atau gantung di dinding dengan wall planter
Gunakan prinsip "kurang lebih indah" — dua atau tiga tanaman yang ditata dengan baik jauh lebih efektif dari sepuluh tanaman yang berdesakan
Estimasi biaya: Tanaman indoor mulai Rp 25.000–Rp 150.000. Pot keramik minimalis mulai Rp 50.000 per buah.
Ringkasan: 7 Trik, Satu Tujuan
Trik | Efek Utama | Estimasi Biaya |
|---|---|---|
Open plan / hilangkan sekat | Ruangan terasa 2x lebih luas | Rp 500rb–1,5 juta/m² |
Cermin strategis | Memantulkan cahaya & perspektif | Rp 300rb–700rb |
Maksimalkan cahaya alami | Ruangan terang, terasa besar | Rp 100rb–2,5 juta |
Rak vertikal | Penyimpanan tanpa makan lantai | Rp 200rb–500rb/unit |
Karpet sebagai zona | Ruangan terstruktur tanpa sekat | Rp 400rb–1,2 juta |
Sliding door | Hemat ruang swing ±0,8 m² | Rp 1,2 juta–3,5 juta |
Tanaman minimalis | Sentuhan alam yang proporsional | Rp 25rb–150rb |
Ketujuh trik ini bisa diterapkan secara bertahap — mulai dari yang paling terjangkau dan paling cepat memberi dampak visual. Tidak perlu menunggu anggaran penuh terkumpul. Mulai minggu ini, mulai dari satu trik, dan rasakan perbedaannya.
Sedang mencari hunian baru yang sudah dirancang efisien dari awal? Tim Properti Studio siap membantu Anda menemukan properti terbaik di Surabaya yang sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda. Konsultasi gratis — hubungi kami sekarang.

